Close Menu
Kilas Jurnalis
  • Berita
  • INDeks
  • Advert
  • Bisnis
  • Berita
  • Hukrim
  • Religi
  • TNI POLRI
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Politik
  • Kesehatan

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Operasi Patuh 2026 Ditunda, Polres Maros Tetap Minta Warga Tertib

Juni 9, 2026

Penertiban PKL Makassar Disorot, Lapak di Bau Massepe Masih Beroperasi

Juni 8, 2026

Aktivis Sorot Bakso Raksasa Mas Adi, Diduga Bangun Parkir di Atas Irigasi Gowa!

Juni 8, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
WhatsApp Facebook X (Twitter) Instagram
Kilas JurnalisKilas Jurnalis
Demo
  • Berita
  • INDeks
  • Advert
  • Bisnis
  • Berita
  • Hukrim
  • Religi
  • TNI POLRI
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Politik
  • Kesehatan
Kilas Jurnalis
  • Berita
  • INDeks
  • Advert
  • Bisnis
  • Berita
  • Hukrim
  • Religi
  • TNI POLRI
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Politik
  • Kesehatan
Beranda » Aksi Mahasiswa Dibubarkan, SEMMI Bulukumba Desak Polisi Usut Dugaan Premanisme
Hukrim

Aksi Mahasiswa Dibubarkan, SEMMI Bulukumba Desak Polisi Usut Dugaan Premanisme

Kilas AdminBy Kilas AdminMei 30, 2026Tidak ada komentar3 Views
Bagikan Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Follow Us
WhatsApp TikTok Google News Facebook YouTube Instagram
Share
WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Bulukumba SulSel — Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Bulukumba melalui Ketua Bidang Hukum dan HAM, Irfan, mengecam keras dugaan tindakan represif, intimidasi, hingga praktik premanisme dalam pembubaran aksi mahasiswa di Kabupaten Bantaeng.

Bagi SEMMI, insiden tersebut bukan sekadar gesekan biasa dalam dinamika demonstrasi, melainkan sinyal bahaya terhadap kondisi demokrasi, supremasi hukum, serta perlindungan hak konstitusional warga negara.

Ketika mahasiswa yang menyampaikan aspirasi justru dihadapkan pada intimidasi, tekanan, bahkan dugaan kekerasan dan praktik premanisme, maka yang sedang dipertaruhkan bukan hanya kebebasan berpendapat, tetapi masa depan demokrasi itu sendiri.

Ketua Bidang Hukum dan HAM SEMMI Cabang Bulukumba, Irfan, menegaskan bahwa segala bentuk pembungkaman terhadap suara kritis masyarakat, khususnya mahasiswa, merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum.

“SEMMI Cabang Bulukumba mengecam keras segala bentuk represifitas, intimidasi, dan dugaan premanisme terhadap mahasiswa saat menyampaikan pendapat di muka umum. Tidak boleh ada ruang bagi siapa pun menggunakan ancaman, tekanan, atau kekuatan untuk membungkam hak konstitusional warga negara,” tegas Irfan.

Ia menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat telah dijamin konstitusi melalui Pasal 28E ayat (3) UUD 1945. Karena itu, setiap dugaan pembubaran aksi yang disertai intimidasi, kekerasan, maupun keterlibatan kelompok tertentu di luar mekanisme hukum harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

“Mahasiswa bukan kriminal. Mahasiswa adalah kekuatan moral, kontrol sosial, sekaligus penjaga demokrasi. Jika mahasiswa dibungkam, maka yang sedang dilemahkan adalah kontrol publik terhadap kekuasaan,” lanjutnya.

SEMMI Bulukumba juga menilai dugaan praktik premanisme dalam ruang demokrasi sebagai ancaman serius yang tidak boleh dinormalisasi. Negara, menurut mereka, tidak boleh kalah oleh tekanan non-prosedural maupun tindakan intimidatif yang mengarah pada pembungkaman kebebasan sipil.

Organisasi tersebut mendesak aparat kepolisian bertindak cepat, profesional, dan transparan dalam mengusut seluruh pihak yang diduga terlibat.

“Kami meminta aparat tidak menutup mata. Investigasi harus menyentuh pelaku lapangan, pihak yang memerintahkan, hingga aktor di balik dugaan tindakan represif dan premanisme tersebut. Penegakan hukum tidak boleh berhenti pada narasi, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata,” ujarnya.

SEMMI menilai praktik kekerasan dan pembubaran paksa terhadap aksi mahasiswa hanya akan menciptakan rasa takut di ruang publik serta mempersempit ruang demokrasi yang seharusnya dijaga bersama.

“Demokrasi tidak boleh dijaga dengan cara membungkam kritik. Demokrasi tumbuh dari keberanian masyarakat menyampaikan pendapat dan mengoreksi kekuasaan. Jika aksi mahasiswa dibalas intimidasi, maka itu adalah kemunduran serius bagi demokrasi,” tegas Irfan.

SEMMI Bulukumba kemudian menyatakan lima sikap tegas, yakni mengecam represifitas dan dugaan premanisme, mendesak investigasi menyeluruh, menuntut transparansi hukum, mengajak solidaritas masyarakat sipil, serta menegaskan komitmen mengawal isu HAM dan kebebasan berpendapat.

“Demokrasi tidak boleh tunduk pada intimidasi. Negara hukum tidak boleh kalah oleh praktik premanisme. Dan suara mahasiswa tidak boleh dibungkam oleh kekerasan maupun ketakutan,” tutupnya.

 

Laporan : Arif
Aksi Mahasiswa Dibubarkan: SEMMI Bulukumba Desak Polisi Usut Dugaan Premanisme
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email

Berita Lainnya:

Tambang Galian C Diduga Ilegal di Gowa Beroprasi Lagi, SPMP Minta Kapolda Turun

Juni 7, 2026

SPBU Tanjung Bunga Makassar Disorot, Pengisian Pertalite Pakai Jerigen Tuai Kecaman

Juni 2, 2026

Kasat Narkoba Polres Gowa Buka Suara soal Dugaan Upeti Oknum Anggota, Siap Tindak Tegas

Juni 1, 2026
Demo
Top Posts

Demi Menjaga Persaudaraan dan Nama Baik Sulawesi, Daeng Jamal Serahkan Kalijodo Untuk Menghindar Pertumpahan

September 8, 2024689

Wartawan Diintimidasi dan Nyaris Dipukul Oknum Polisi di Makassar

April 24, 2025545

Status Tersangka Owner Pallubasa Serigala Dicabut, Polrestabes Makassar Diduga Masuk Angin

Oktober 15, 2024482

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar Belum Mencairkan Anggaran Operasional Pakkandatto, Ada Apa

Mei 15, 2024453
Don't Miss
TNI POLRI

Operasi Patuh 2026 Ditunda, Polres Maros Tetap Minta Warga Tertib

By Kilas AdminJuni 9, 20261

Maros SulSel — Operasi Patuh 2026 yang semula dijadwalkan berlangsung pada Juni resmi ditunda. Polri…

Penertiban PKL Makassar Disorot, Lapak di Bau Massepe Masih Beroperasi

Juni 8, 2026

Aktivis Sorot Bakso Raksasa Mas Adi, Diduga Bangun Parkir di Atas Irigasi Gowa!

Juni 8, 2026

Tambang Galian C Diduga Ilegal di Gowa Beroprasi Lagi, SPMP Minta Kapolda Turun

Juni 7, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
Kilas Jurnalis
Alamat Redaksi

Jl. Bersih 2, Kota makassar
Email Us: fahriaska45@gmail.com
Contact: +62895326991804

Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
Most Popular

Demi Menjaga Persaudaraan dan Nama Baik Sulawesi, Daeng Jamal Serahkan Kalijodo Untuk Menghindar Pertumpahan

September 8, 2024689

Wartawan Diintimidasi dan Nyaris Dipukul Oknum Polisi di Makassar

April 24, 2025545

Status Tersangka Owner Pallubasa Serigala Dicabut, Polrestabes Makassar Diduga Masuk Angin

Oktober 15, 2024482
© 2026 Kilas Jurnalis. Designed by WEBPro.
  • Kode Etik
  • Kontak & Iklan
  • Pedoman Siber
  • Redaksi Jurnalis

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.