Close Menu
Kilas Jurnalis
  • Berita
  • INDeks
  • Advert
  • Bisnis
  • Berita
  • Hukrim
  • Religi
  • TNI POLRI
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Politik
  • Kesehatan

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

GPJ Soroti Kasus Penganiayaan di Benteng Malewang, Beri Ultimatum 3×24 Jam ke Aparat

April 18, 2026

RSUD Syekh Yusuf Gowa Kembali Berulah, The Legend 120 Makassar Layangkan Pernyataan Tegas

April 15, 2026

SPBU Daya Disorot! Dugaan Mafia Solar Pakai Modus Truk Muatan Gabus

April 15, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
WhatsApp Facebook X (Twitter) Instagram
Kilas JurnalisKilas Jurnalis
Demo
  • Berita
  • INDeks
  • Advert
  • Bisnis
  • Berita
  • Hukrim
  • Religi
  • TNI POLRI
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Politik
  • Kesehatan
Kilas Jurnalis
  • Berita
  • INDeks
  • Advert
  • Bisnis
  • Berita
  • Hukrim
  • Religi
  • TNI POLRI
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Politik
  • Kesehatan
Beranda » Dana Desa: Ketika Amanah Berubah Jadi Ajang Bisnis Pribadi? Audit Kasus Kalekomara Mendesak!
Berita

Dana Desa: Ketika Amanah Berubah Jadi Ajang Bisnis Pribadi? Audit Kasus Kalekomara Mendesak!

Kilas AdminBy Kilas AdminOktober 28, 2025Updated:Oktober 28, 2025Tidak ada komentar4 Views
Bagikan Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Follow Us
WhatsApp TikTok Google News Facebook YouTube Instagram
Share
WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Takalat, Sulawesi Selatan — Dana Desa, sebuah program yang digulirkan dengan harapan besar untuk mempercepat pembangunan dan kemandirian desa di seluruh Indonesia. Jutaan hingga miliaran rupiah setiap tahun mengalir ke pelosok negeri, memberdayakan masyarakat dan membangun infrastruktur yang dibutuhkan. Namun, di balik harapan tersebut, sering muncul bayang-bayang dugaan penyelewengan yang mencoreng niat luhur program ini.

Terbaru, dugaan praktik korupsi Dana Desa kembali mencuat di kabupaten Takalar, sulawesi selatan. Kali ini, sorotan tajam mengarah ke Oknum Parawansa, kepala desa Kalekomara, yang ironisnya juga baru terpilih sebagai Ketua APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) Takalar periode 2025-2030.

Kades Kalekomara: Antara Amanah dan Dugaan “Bisnis”

Kades Parawansa kini menjadi pusat perhatian setelah beberapa kegiatan di tahun Anggaran 2024 yang ia kerjakan viral di media sosial. Masyarakat menduga kuatnya cakupan anggaran Dana Desa yang disebut-sebut hanya menjadi “lahan bancakan” atau ajang bisnis pribadi sang oknum kepala desa.

Dugaan serius ini diungkapkan oleh Rais, aktivis Simpul Pergerakan Mahasiswa dan Pemuda (SPMP). Ia secara terang-terangan menyebut adanya pelanggaran hukum terkait pengelolaan proyek desa yang dinilai sarat kepentingan pribadi dan kolega Kades.

Proyek “Fantastis” Tanpa Asas Manfaat

Salah satu proyek yang menjadi “batu sandungan” adalah pembangunan Gapura Desa Kalekomara dengan anggaran yang sangat fantastis, mencapai Rp 200 juta .

“Kami membayangkan pembangunan gapura ini terkesan hanya demi mengalirkan anggarannya untuk keuntungan pribadi,” tegas Rais.

Lebih lanjut, Rais menyoroti bahwa proyek gapura ini tidak mencerminkan manfaat bagi masyarakat luas. Apalagi menurut pemberitaan media Indiwarta.com, Desa Kalekomara belum berstatus sebagai desa berkembang atau desa mandiri. Penggunaan dana sebesar itu untuk gapura dianggap tidak wajar dan memancing banyak pertanyaan terkait prioritas pembangunan desa.

Jalan Tani Mangkrak, Petani Tak Merasakan Manfaat

Tak hanya gapura, proyek pembangunan jalan tani paving blok juga tak luput dari kritik tajam. Dengan anggaran Rp 83 juta untuk Tahun Anggaran 2025 dan volume pekerjaan 113 meter, proyek ini diduga manngkrak atau tidak rampung. Akibatnya, jalan tersebut tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat petani dan tidak berfungsi maksimal sebagaimana mestinya.

Desakan Audit Menyeluruh untuk Transparansi dan Akuntabilitas

Melihat adanya penyimpangan ini, aktivis mahasiswa di Sulawesi Selatan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak tinggal diam. Rais secara spesifik spesifik Inspektorat, Kejaksaan Takalar, dan Polres Takalar untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan Dana Desa dari Tahun Anggaran 2023, 2024, dan 2025 .

“Ini demi transparansi dan akuntabilitas publik atas kepercayaan masyarakat terhadap hukum dan aturan yang berlaku di Indonesia,” ujar Rais dengan nada kesal dan penuh harapan akan diambilnya tindakan tegas.

Menjaga Amanah Dana Desa

Kasus dugaan penyelewengan Dana Desa di Kalekomara ini sekali lagi mengingatkan kita akan krusialnya pengawasan ketat terhadap setiap rupiah anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan desa. Dana Desa adalah hak rakyat, amanah negara, dan seharusnya menjadi katalisator kemajuan, bukan lahan bisnis pribadi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ketika dana yang seharusnya menyejahterakan masyarakat justru diduga menjadi ajang bisnis pribadi, maka kepercayaan masyarakat akan terkikis. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mengawal agar setiap rupiah Dana Desa benar-benar untuk rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir oknum. Transparansi adalah kunci, dan akuntabilitas adalah harga mati.

 

Laporan : Haeruddin Nompo
Dana Desa: Ketika Amanah Berubah Jadi Ajang Bisnis Pribadi? Audit Kasus Kalekomara Mendesak!
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email

Berita Lainnya:

Polres Gowa Gencarkan Patroli Dini Hari, Cegah Balap Liar dan Kejahatan Jalanan

April 14, 2026

Tak Disangka! Bunga Eja Beru yang Dicap Rawan Kini Terkendali Usai Ngopi Kamtibmas

April 13, 2026

Terkait Isu Pemotongan Honor Guru Mengaji Di Kabupaten Takalar, Bupati Takalar di Minta Evaluasi Kabag Kesra

April 10, 2026
Demo
Top Posts

Demi Menjaga Persaudaraan dan Nama Baik Sulawesi, Daeng Jamal Serahkan Kalijodo Untuk Menghindar Pertumpahan

September 8, 2024689

Wartawan Diintimidasi dan Nyaris Dipukul Oknum Polisi di Makassar

April 24, 2025545

Status Tersangka Owner Pallubasa Serigala Dicabut, Polrestabes Makassar Diduga Masuk Angin

Oktober 15, 2024482

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar Belum Mencairkan Anggaran Operasional Pakkandatto, Ada Apa

Mei 15, 2024453
Don't Miss
Hukrim

GPJ Soroti Kasus Penganiayaan di Benteng Malewang, Beri Ultimatum 3×24 Jam ke Aparat

By Kilas AdminApril 18, 20261

Makassar SulSel — Gerakan Perlawanan Jalanan (GPJ) kembali menyoroti penanganan kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di…

RSUD Syekh Yusuf Gowa Kembali Berulah, The Legend 120 Makassar Layangkan Pernyataan Tegas

April 15, 2026

SPBU Daya Disorot! Dugaan Mafia Solar Pakai Modus Truk Muatan Gabus

April 15, 2026

20 Warga Binaan Rutan Ambon Dikawal Ketat Jalani Sidang di PN Ambon

April 15, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
Kilas Jurnalis
Alamat Redaksi

Jl. Bersih 2, Kota makassar
Email Us: fahriaska45@gmail.com
Contact: +62895326991804

Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
Most Popular

Demi Menjaga Persaudaraan dan Nama Baik Sulawesi, Daeng Jamal Serahkan Kalijodo Untuk Menghindar Pertumpahan

September 8, 2024689

Wartawan Diintimidasi dan Nyaris Dipukul Oknum Polisi di Makassar

April 24, 2025545

Status Tersangka Owner Pallubasa Serigala Dicabut, Polrestabes Makassar Diduga Masuk Angin

Oktober 15, 2024482
© 2026 Kilas Jurnalis. Designed by WEBPro.
  • Kode Etik
  • Kontak & Iklan
  • Pedoman Siber
  • Redaksi Jurnalis

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.