Makassar, SulSel — Dugaan adanya “siswa siluman” atau siswa titipan dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA Negeri 1 Makassar kembali menjadi sorotan.
Organisasi masyarakat (Ormas) Elang Timur Indonesia, secara terbuka mendesak kepala. Dinas pendidikan provinsi Sulawesi Selatan, segera mengevaluasi bahkan mencopot. Kepala SMAN 1 Makassar. Apabila terbukti terjadi pelanggaran dalam proses penerimaan siswa baru.
Desakan tersebut disampaikan melalui, aksi penyampaian aspirasi sebagai bentuk, tuntutan agar pelaksanaan. SPMB berlangsung transparan, adil, dan bebas dari praktik yang mencederai, rasa keadilan masyarakat.

Elang Timur Indonesia juga meminta. Dinas Pendidikan Sulsel segera melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Terhadap dugaan adanya siswa titipan tersebut.
Tak hanya itu, hasil pemeriksaan diminta dibuka kepada publik. Agar tidak menimbulkan spekulasi dan mengembalikan. Kepercayaan masyarakat terhadap sistem penerimaan peserta didik baru.
Ketua Elang Timur Indonesia, Imran, SE, menegaskan pihaknya akan terus. Mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Kami mendesak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan untuk melakukan evaluasi secara objektif terhadap Kepala SMA Negeri 1 Makassar apabila ditemukan adanya pelanggaran dalam proses penerimaan siswa baru. Elang Timur Indonesia akan terus mengawal proses ini agar berjalan dengan transparansi dan akuntabilitas serta memberikan rasa keadilan kepada seluruh masyarakat,” tegas Imran.
Meski melontarkan kritik keras, Elang Timur Indonesia menegaskan. Tetap menghormati proses pemeriksaan yang dilakukan. Oleh instansi berwenang.
Menurut mereka, setiap dugaan harus dibuktikan melalui investigasi yang objektif. Berdasarkan fakta, data, dan bukti yang sah. Sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Melalui aksi tersebut, Elang Timur Indonesia berharap. Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan bergerak cepat, profesional, dan tegas dalam menangani persoalan ini.
Langkah itu dinilai penting untuk menjaga integritas dunia pendidikan. Serta memastikan proses penerimaan siswa berlangsung bersih, transparan, dan memberikan kesempatan yang sama. Bagi seluruh calon peserta didik.

