Makassar, SulSel — Di tengah keramaian-pikuk kota Makassar ada sebuah kisah kecil yang besar maknanya. kisah tentang tekad, doa, dan kemenangan yang lahir dari tangan mungil anak-anak SD Inpres Cambaya 1.
Pada ajang piala Walikota Popfest Pekan Olahraga Pendidikan 2025, sekolah yang berlokasi di tepi kota ini menorehkan tinta emas dengan meraih tiga piala bergengsi yang membuat seluruh warga sekolah berdiri penuh.
Dalam kompetisi yang diikuti ratusan sekolah dasar se-Makassar, SD Inpres Cambaya 1 menunjukkan bahwa semangat juang bukan soal besar kecilnya sekolah, tapi seberapa besar hati yang diperjuangkan.
Anak-anak dari gabungan kelas 5 dan 6, dengan seragam putih biru yang rapi dan semangat membara, tampil memukau di arena olahraga pendidikan—sebuah ajang yang tidak hanya menguji fisik, tetapi juga ketangkasan, kedisiplinan, dan kekompakan.

🏆 Juara 1 – Lomba Lokomotor Putri
Dengan gerakan lincah dan koordinasi sempurna, tim putri SD Inpres Cambaya 1 menguasai lomba lokomotor—perlombaan yang menguji kemampuan dasar motorik seperti lari, lompat, jongkok, dan gulung, mereka melesat melewati ritme dengan ritme yang bertanding, membuat penonton ikut bertanding. Kemenangan ini bukan hasil keberuntungan, melainkan buah dari latihan keras setiap pagi sebelum pelajaran dimulai.
🥈 Juara 2 – Lomba Balok Putra
Tim putra tampil gemilang dalam lomba balok—uji keseimbangan dan keberanian di atas balok kayu yang sempit. Dengan fokus seperti seorang atlet profesional, mereka melangkah dengan hati-hati, melompat dengan presisi, dan menyelesaikan rute tanpa satu kesalahan pun. Tekad mereka terpancar dari berkumpulnya mata yang tak pernah goyah.
🥉 Juara 3 – Lomba balok putri
tak mau kalah, tim putri kembali membuktikan kehebatan mereka di kategori balok, dengan gerakan lembut namun penuh keyakinan, mereka mengirimkan balok tinggi sambil mempertahankan keseimbangan. Kemenangan ini menegaskan bahwa SD Inpres Cambaya 1 bukan hanya kuat di satu cabang, melainkan berprestasi secara menyeluruh.

Sebelum lomba dimulai, anak-anak berkumpul dalam lingkaran kecil, mereka bergandengan tangan, memerintahkan kepala, dan meminta doa kepada guru-guru mereka. Tidak ada sorak, hanya bisikan penuh harap: “Doakan kami, Bu… Pak… supaya kami bisa memberikan yang terbaik untuk sekolah kita,” ungkap Andi Irwan S.Pd. M.Pd.
Guru-guru, dengan mata berkaca-kaca, hanya bisa mengangguk dan menampar bahu mereka dengan penuh kasih sayang, di situlah letak kekuatan sejati SD Inpres Cambaya 1—bukan hanya kemampuan fisik, namun juga kerendahan hati, rasa hormat, dan ikatan batin yang tak terlihat oleh kamera.
Kepala Sekolah, Mustari S.Pd, mengatakan dengan penuh haru:
“Kami tidak memiliki fasilitas mewah, tidak ada lapangan olahraga yang luas, tapi yang kami miliki adalah semangat, doa, dan rasa saling mendukung. Anak-anak ini mengajarkan kita bahwa juara sejati adalah mereka yang berjuang dengan hati,” ujar Mustari S.Pd
Kemenangan di Walikota Cup Popfest 2025 bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari mimpi-mimpi yang lebih besar. Untuk anak-anak SD Inpres Cambaya 1, setiap langkah di atas balok, setiap lompatan dalam lomba lokomotor, adalah simbol bahwa dari pelosok kota, dari sekolah kecil dengan sumber terbatas, lahirlah generasi tangguh yang siap menginspirasi.
Di tengah riuhnya sorak penonton dan gemerlapnya piala, satu hal yang pasti: Masa depan Makassar berdiri tegak di atas sepatu olahraga anak-anak kelas 5 dan 6 dari SD Inpres Cambaya 1.

