TAKALAR — Ribuan pelajar di Kecamatan Kepulauan Tanakeke hingga kini belum tersentuh program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Padahal, program pemerintah tersebut telah berjalan di berbagai daerah.
Di wilayah kepulauan itu terdapat 22 satuan pendidikan yang tersebar di enam desa. Rinciannya, 11 SD, 7 SMP, dan 3 SMA.
Namun, para pelajar di wilayah tersebut masih menunggu kepastian. Kapan mereka dapat menikmati program, yang ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi siswa.
Kondisi ini memicu kekecewaan di kalangan orang tua siswa.
Mereka mempertanyakan alasan Kepulauan Tanakeke belum mendapatkan program MBG. Bahkan, muncul dugaan wilayah kepulauan tersebut seolah luput dari perhatian pemerintah.
“Kami sangat heran, mengapa kami yang tinggal di pulau ini justru seolah dianaktirikan? Sampai hari ini anak-anak kami belum pernah melihat wujud program MBG tersebut, apalagi menikmatinya,” keluh salah satu orang tua siswa saat dikonfirmasi, Jumat (24/7/2026).
Kekecewaan itu semakin menguat karena jumlah pelajar yang terdampak mencapai ribuan orang.
Ironisnya, hingga kini belum ada kepastian kapan program MBG akan menjangkau sekolah-sekolah di wilayah pesisir dan kepulauan Tanakeke.
Para orang tua siswa berharap, pemerintah segera memberikan penjelasan. Sekaligus memastikan program tersebut tidak hanya dinikmati pelajar di wilayah daratan.
Sebab, anak-anak di wilayah kepulauan juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses terhadap program pemenuhan gizi.

