Enarotali, Papua Tengah — Di balik dentuman suara gong tradisional dan aroma kemenyan yang menguar di Jalan Raya Enarotali, gemerlap lampu kelap‑kelip serta rangkaian pohon Natal hiasan hijau‑merah menghiasi Gereja Pantekosta Antiokhia.
Malam itu, 24 Desember 2025, menjadi Saksi bisu sebuah upaya bersama: menyiapkan panggung rohani sekaligus menjaga keamanan yang ketat, agar perayaan Natal dapat berlangsung tanpa cela.
Menjadi Garda Terdepan
Di altar samping, menunggu dengan langkah tenang, Iptu Yusran Yuri , Bhabinkamtibmas Polres Paniai, mewakili wibawa kepolisian yang tidak sekadar menjalankan tugas, melainkan menumbuhkan rasa aman di hati setiap jemaat. “Kami hadir bukan sekedar sebagai aparat, melainkan sebagai sahabat yang menjaga, mengawasi, dan memastikan kenyamanan setiap tamu yang melangkah masuk,” ujar Yusran dengan senyum ramah, menyelipkan kepedulian yang terasa tulus.

Bersama Yusran, Korps Komando Rayon (Koramil) 1705‑02 Elenarotali menyiapkan barikade ringan, pos pos pintu masuk, serta tim pemantau video beresolusi tinggi yang dipasang di sudut-sudut gereja,” ungkapnya
“ Lanjut, kami mengatur alur masuk‑keluar, memeriksa identitas, dan memberikan arahan bagi para pengunjung,” jelas Sersan Bripda Rudi, anggota Koramil yang bertanggung jawab atas koordinasi lapangan. “Kami tidak ingin menghalangi semangat Natal, melainkan mengamankannya.”
Suasana yang Membumi
Sementara itu, jemaat dan warga sekitar yang berkumpul, membawakan hidangan tradisional Papua seperti papeda dan ikan nuri yang ditaburi sambal pedas, anak‑anak berlarian dengan bintang‑bintang kertas berkilau, menambah warna-warni pada latar gereja yang megah.
“Natal di sini terasa berbeda,” kata Martha, seorang ibu rumah tangga yang mengantarkan anaknya ke gereja. “Kami tetap merasakan kehangatan, namun kini ada rasa aman yang menambah kepercayaan kami pada institusi kepolisian.” Ungkapnya dengan hati senang. Kamis (12 Desember 2026).
Tidak hanya menyiapkan keamanan fisik, Bhabinkamtibmas dan Koramil juga mengedukasi jemaat tentang protokol kebersihan dan keselamatan: penggunaan masker di banyak tempat, penyediaan sanitasi, serta prosedur evakuasi darurat. “Pencegahan itu lebih efektif daripada pencegahan,” tekad Yusran, mengingat pengalaman pandemi COVID‑19 yang masih segar dalam ingatan masyarakat.
Momen Puncak: Penyalaan Lilin dan Doa Bersama
Saat jam 19.00, lampu utama gereja dimatikan, digantikan oleh lentera-lentera kecil yang diletakkan di setiap bangku. Suasana menjadi hening, tekanan keseriusan doa yang dipimpin oleh Pendeta Markus . Di antara barisan jemaat, seorang petugas polisi duduk bersila, menatap lurus ke altar, seolah menyampaikan doa keamanan bagi seluruh komunitas.
“Semoga damai Natal ini menjalar ke seluruh pelosok Papua, memberi harapan bagi yang membutuhkan,” ucap Pastor Markus, suaranya menggema lembut namun penuh keyakinan. Pada saat itu, tim Bhabinkamtibmas memberanikan keberanian pelita, menegaskan bahwa mereka tidak hanya melindungi, melainkan juga menjadi bagian dari perayaan.
Akhir yang Mengharukan
Acara berakhir pada pukul 22.30 dengan menyanyikan “Malam Kudus” yang mengalun merdu, menutup malam dengan rasa syukur. Semua tamu keluar dari gereja dengan senyum lega, menatap petugas polisi yang masih berjaga di pintu gerbang. “Terima kasih atas pemeliharaan dan kehangatannya,” ucap seorang warga senior sambil menunjuk tangan pada Yusran. “Kami merasa aman, sehingga dapat menikmati Natal sepenuhnya.”
Bhabinkamtibmas Polres Paniai bersama anggota Koramil 1705‑02 Elenarotali memberikan isyarat dengan lambaian tangan, menandakan bahwa mereka siap terus mengawal kebahagiaan warga. “Kami akan terus menjaga keamanan dan kenyamanan setiap tamu yang masuk,” tegas Yusran kembali, menegaskan komitmen yang tidak pernah padam.
Natal di Gereja Pantekosta Antiokhia tahun ini bukan sekadar perayaan rohani, melainkan contoh nyata sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan.
Di tengah kepulan asap dupa, bunyi lonceng gereja, dan cahaya lilin yang menari, terpatri satu pesan kuat: Keamanan adalah hadiah terindah yang dapat kita bagikan bersama.

