Makassar SulSel — Muh. Gunawan atau Wawan Copel, Bendahara Umum PW Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Sulawesi Selatan, menyindir keras kebijakan pemerintah terkait pengangkatan 32.000 pegawai dapur MBG menjadi PPPK mulai 1 Februari.
Wawan Copel menegaskan, tidak ada masalah ketika pegawai MBG diangkat menjadi PPPK. Namun yang menyakitkan adalah ketika negara begitu cepat memberi status dan kesejahteraan kepada yang baru, sementara guru-guru honorer yang telah mengabdi puluhan tahun justru terus dipinggirkan dan disuruh bersabar tanpa kepastian.
“Negara hari ini terlihat sangat sigap mengurus dapur, tapi lupa ruang kelas. Cepat mengangkat pegawai baru, tapi lambat menghargai pengabdian guru honorer yang bertahun-tahun menjaga pendidikan tetap hidup,” tegas Wawan Copel.
Menurutnya, pengabdian guru honorer tidak bisa dibalas dengan janji dan wacana semata. Banyak dari mereka hidup dengan upah tak layak, tanpa jaminan masa depan, namun tetap setia mengajar demi anak-anak bangsa.
“Kalau pemerintah bisa segera mengangkat pegawai MBG, maka tidak ada alasan untuk terus menunda keadilan bagi guru honorer. Jangan sampai negara hanya hadir saat butuh pencitraan, tapi absen saat pengabdian menuntut penghargaan,” lanjutnya.
PW SEMMI Sulawesi Selatan memperingatkan pemerintah agar tidak terus menutup mata dan telinga. Mengabaikan guru honorer berarti sedang menyiapkan kehancuran pendidikan secara perlahan, dan itu adalah dosa kebijakan yang akan dicatat sejarah.

