Makassar SulSel — Praktik dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar kembali mencuat di Kota Makassar. Kali ini, sorotan publik mengarah ke SPBU 73.902.44 di kawasan Daya, Jalan Perintis Kemerdekaan tepatnya di depan Mie Gacoan, yang diduga menjadi titik permainan “mafia solar” dengan modus yang kian rapi dan terselubung.
Informasi yang dihimpun di lapangan mengindikasikan adanya dugaan keterlibatan oknum operator hingga pengawas SPBU dalam praktik distribusi ilegal solar bersubsidi. Mereka diduga bekerja sama dengan para pelansir untuk mengeruk BBM dalam jumlah besar secara sistematis.

Lebih jauh, kendaraan tersebut diduga telah dimodifikasi dengan tandon atau tangki siluman guna menampung solar dalam volume besar, jauh melebihi kapasitas normal.
“Modusnya sudah sangat rapi. Kami hanya ingin melihat apakah aparat penegak hukum, dan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi benar-benar bertindak,” ujar seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Penggunaan truk besar sebagai alat distribusi ilegal ini, diduga menjadi strategi untuk menghindari kecurigaan aparat, sekaligus memperbesar skala pengambilan solar subsidi dari SPBU tersebut.

Kasus ini kembali menegaskan bahwa praktik mafia solar bukan sekadar isu lama, melainkan masih berlangsung terang-terangan. Publik pun mulai mempertanyakan ketegasan aparat penegak hukum serta pengawasan dari pihak terkait.
Jika dibiarkan, bukan hanya merugikan negara. Tetapi juga menyengsarakan masyarakat kecil, yang harus antre panjang demi mendapatkan BBM subsidi.
Desakan kini mengarah kepada Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi untuk segera turun langsung melakukan inspeksi dan audit terhadap SPBU 73.902.44.
Pengendara roda empat berharap, jika terbukti melanggar, sanksi tegas harus dijatuhkan tanpa kompromi. Sebab, di tengah sulitnya akses BBM subsidi, praktik curang seperti ini justru memperparah penderitaan masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat terus jadi korban antrean, sementara mafia bebas bermain di belakang layar,” tegas pengendara.
Hingga berita ini diterbitkan, pengawas SPBU Daya belum memberikan tanggapan, meski telah diupayakan di konfirmasi, melalui pesan whatsapp nya. Bungkamnya pihak terkait, memicu tanda tanya besar, ada apa di balik praktik yang sedang disorot ini?

