Takalar SulSel — Aroma permainan kotor kembali tercium dari bisnis BBM bersubsidi jenis solar di SPBU 74.922.01 TEPO, Kali ini sorotan tajam publik mengarah pada SPBU tepo kecamatan mangarabombang, yang diduga kuat menjadi sarang praktik mafia solar.
Pantauan di lapangan, hampir setiap hari terlihat Sepeda motor yang membawa 2 jergen isi 35 mengisi dengan leluasa di SPBU tersebut. Ironisnya, sampai saat ini pihak Polres Takalar cuman duduk terdiam melihat permainan para pengawas dan mafia BBM solar.
Kuat dugaan, ada permainan busuk yang melibatkan pihak SPBU dengan oknum-oknum tertentu demi meraup keuntungan pribadi dari BBM bersubsidi. Hal ini jelas mencederai aturan negara, melanggar regulasi migas, dan merugikan masyarakat luas. Distribusi BBM yang seharusnya tepat sasaran justru bocor ke tangan mafia solar.
Lebih parah lagi, Polres Takalar hingga kini terkesan bungkam dan diam seribu bahasa. Padahal praktik ilegal ini sudah berlangsung terang-terangan dan berulang kali menjadi sorotan. Muncul pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah ada setoran yang mengalir ke oknum aparat sehingga SPBU Tepo kebal hukum?
Masyarakat pun tidak tinggal diam, desakan keras ditujukan langsung kepada Pertamina Regional Makassar selaku otoritas pengawasan SPBU.
Publik meminta agar Pertamina tidak lagi main-main dalam menangani pelanggaran ini. Jika terbukti SPBU Tepo melakukan praktik ilegal, izin operasionalnya harus segera dicabut tanpa kompromi.
“Kami mendesak Pertamina turun langsung ke lapangan, bukan hanya duduk di kantor. SPBU ini sudah terlalu sering merugikan masyarakat. Kalau Pertamina masih punya wibawa, cabut saja izinnya. Jangan biarkan mafia solar merajalela,” wahyu salah satu penggiat dikabupaten takalar.
Kasus ini sekaligus membuka mata publik bahwa praktik mafia solar bukan lagi rahasia umum. Sayangnya, hukum terkesan tumpul ke atas dan hanya tajam ke bawah. Jika aparat penegak hukum dan Pertamina masih membiarkan permainan kotor semacam ini, maka wajar bila masyarakat menilai ada kongkalikong besar di balik distribusi BBM bersubsidi.
Kini bola panas berada di tangan Pertamina Regional Makassar dan Polres Takalar. Publik menanti langkah tegas, bukan sekadar retorika. Jika tidak, SPBU Tepo akan terus menjadi simbol nyata bagaimana mafia solar dilindungi, sementara masyarakat kecil dikhianati.

