Close Menu
Kilas Jurnalis
  • Berita
  • INDeks
  • Advert
  • Bisnis
  • Berita
  • Hukrim
  • Religi
  • TNI POLRI
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Politik
  • Kesehatan

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Serahkan Izin Operasional Pesantren Al-Hayyu dan Lima Ponpes Lainnya

April 22, 2026

Dua Kali Ditemukan Ulat di Makan Bergizi Gratis SMKN 3 Takalar, Orang Tua Siswa Murka!

April 22, 2026

BBM Subsidi Jeneponto Jadi ‘ATM’ Mafia: Mahasiswa Kepung Polres Jeneponto

April 22, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
WhatsApp Facebook X (Twitter) Instagram
Kilas JurnalisKilas Jurnalis
Demo
  • Berita
  • INDeks
  • Advert
  • Bisnis
  • Berita
  • Hukrim
  • Religi
  • TNI POLRI
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Politik
  • Kesehatan
Kilas Jurnalis
  • Berita
  • INDeks
  • Advert
  • Bisnis
  • Berita
  • Hukrim
  • Religi
  • TNI POLRI
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Politik
  • Kesehatan
Beranda » Puluhan Tahun Jalan Dibiarkan Rusak, Warga Jeneponto Siapkan Tanam Pisang di Aspal Rusak
Hukrim

Puluhan Tahun Jalan Dibiarkan Rusak, Warga Jeneponto Siapkan Tanam Pisang di Aspal Rusak

Kilas AdminBy Kilas AdminMaret 31, 2026Tidak ada komentar3 Views
Bagikan Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Follow Us
WhatsApp TikTok Google News Facebook YouTube Instagram
Share
WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

PJeneponto SulSel, 30 Maret 2026 — Kesabaran warga Pa’rasangan Beru, Desa Banrimanurung, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, tampaknya telah mencapai batas.

Setelah puluhan tahun menunggu, tanpa kejelasan perbaikan, warga akhirnya memilih bertindak sendiri. Menimbun jalan rusak, yang selama ini dibiarkan terbengkalai.

Ruas jalan sepanjang kurang lebih 2 kilometer yang menghubungkan Topa’, Allu Bodo, hingga Pa’rangang Beru itu kini dalam kondisi memprihatinkan. Lubang menganga hampir di sepanjang jalur, membuat akses warga terganggu dan berisiko bagi pengendara, terutama saat musim hujan.

Aksi gotong royong yang dilakukan warga bukan sekadar upaya perbaikan darurat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol kekecewaan yang menumpuk terhadap pemerintah daerah yang dinilai abai terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami sudah terlalu sering dijanji. Tapi sampai hari ini tidak ada realisasi. Jadi kami perbaiki sendiri, sekalian sebagai sindiran,” ujar seorang warga dengan nada tegas.

Kekecewaan warga semakin terasa ironis karena wilayah tersebut disebut-sebut sebagai salah satu basis dukungan saat pemilihan kepala daerah terakhir. Bupati terpilih, H. Paris, diketahui meraih suara signifikan di kawasan itu. Namun, harapan akan perubahan justru berujung pada rasa ditinggalkan.

Warga menilai kondisi ini mencerminkan ketimpangan perhatian pembangunan. Infrastruktur dasar seperti jalan, yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi dan sosial, justru terabaikan dalam waktu yang sangat lama.

“Kalau terus begini, kami akan tanami saja jalan ini dengan pisang dan jagung. Biar sekalian jadi kebun, karena sudah tidak layak disebut jalan,” kata warga lainnya, menggambarkan rencana protes yang lebih keras.

Ancaman tersebut bukan tanpa alasan. Di berbagai daerah, aksi menanam tanaman di jalan rusak, kerap menjadi bentuk kritik terbuka terhadap pemerintah. Yang dianggap gagal menjalankan fungsi pelayanan publik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Jeneponto terkait kondisi jalan tersebut maupun aksi warga. Sementara itu, masyarakat berharap perhatian serius segera diberikan sebelum kekecewaan berubah menjadi gelombang protes yang lebih besar.

 

Laporan : Arif
Puluhan Tahun Jalan Dibiarkan Rusak Warga Jeneponto Siapkan Tanam Pisang di Aspal Rusak
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email

Berita Lainnya:

BBM Subsidi Jeneponto Jadi ‘ATM’ Mafia: Mahasiswa Kepung Polres Jeneponto

April 22, 2026

Pinjam Motor Tak Dikembalikan, Remaja 17 Tahun di Maros Diciduk Jatanras 

April 21, 2026

GPJ Soroti Kasus Penganiayaan di Benteng Malewang, Beri Ultimatum 3×24 Jam ke Aparat

April 18, 2026
Demo
Top Posts

Demi Menjaga Persaudaraan dan Nama Baik Sulawesi, Daeng Jamal Serahkan Kalijodo Untuk Menghindar Pertumpahan

September 8, 2024689

Wartawan Diintimidasi dan Nyaris Dipukul Oknum Polisi di Makassar

April 24, 2025545

Status Tersangka Owner Pallubasa Serigala Dicabut, Polrestabes Makassar Diduga Masuk Angin

Oktober 15, 2024482

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar Belum Mencairkan Anggaran Operasional Pakkandatto, Ada Apa

Mei 15, 2024453
Don't Miss
Pendidikan

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Serahkan Izin Operasional Pesantren Al-Hayyu dan Lima Ponpes Lainnya

By Kilas AdminApril 22, 20262

Takalar SulSel — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan Izin Operasional (Ijop)…

Dua Kali Ditemukan Ulat di Makan Bergizi Gratis SMKN 3 Takalar, Orang Tua Siswa Murka!

April 22, 2026

BBM Subsidi Jeneponto Jadi ‘ATM’ Mafia: Mahasiswa Kepung Polres Jeneponto

April 22, 2026

Pinjam Motor Tak Dikembalikan, Remaja 17 Tahun di Maros Diciduk Jatanras 

April 21, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
Kilas Jurnalis
Alamat Redaksi

Jl. Bersih 2, Kota makassar
Email Us: fahriaska45@gmail.com
Contact: +62895326991804

Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
Most Popular

Demi Menjaga Persaudaraan dan Nama Baik Sulawesi, Daeng Jamal Serahkan Kalijodo Untuk Menghindar Pertumpahan

September 8, 2024689

Wartawan Diintimidasi dan Nyaris Dipukul Oknum Polisi di Makassar

April 24, 2025545

Status Tersangka Owner Pallubasa Serigala Dicabut, Polrestabes Makassar Diduga Masuk Angin

Oktober 15, 2024482
© 2026 Kilas Jurnalis. Designed by WEBPro.
  • Kode Etik
  • Kontak & Iklan
  • Pedoman Siber
  • Redaksi Jurnalis

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.