Takalar SulSel — Polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Takalar kembali mencuat. Dapur MBG Pa’dinging menjadi sorotan setelah muncul dugaan makanan berulat dan berbagai persoalan internal lainnya.
Kasus tersebut memicu kekhawatiran publik, terhadap kualitas makanan. Yang disalurkan kepada siswa penerima manfaat.
Tak hanya soal higienitas, polemik pemecatan karyawan dan tata kelola pengelolaan dapur juga ikut menjadi perhatian.
Sejumlah pihak menilai persoalan yang muncul bukan lagi insiden biasa, melainkan sinyal adanya kelemahan pengawasan dalam pelaksanaan program.
Aktivis Takalar, Wahyu, meminta pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masalah yang terjadi di lapangan.
Menurutnya, program yang menyasar kebutuhan gizi anak sekolah. Harus dijalankan dengan standar keamanan, dan pengawasan yang ketat.
“Dugaan makanan berulat harus diusut tuntas. Ini menyangkut kesehatan anak-anak,” tegas Wahyu, Selasa (9/6/2026).
Ia juga mendesak aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan Dapur MBG Pa’dinging secara menyeluruh.
Wahyu meminta Kejaksaan Negeri Takalar turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi yang sebenarnya dan memastikan tidak ada pelanggaran dalam pelaksanaan program.
“Jangan sampai program yang bertujuan meningkatkan gizi anak justru kehilangan kepercayaan publik akibat lemahnya pengawasan dan tata kelola,” pungkasnya.

