Dua Mobil Angkut Solar Subsidi di Bone, Nama JU dan Penampungan Uloe Mencuat

BONE, SULSEL — Dugaan praktik pengumpulan dan penampungan solar subsidi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menyeret sosok berinisial JU. Namanya disebut seorang sumber sebagai pihak yang diduga terkait dengan aktivitas penjemputan solar dari lokasi pengumpulan di Kelurahan Watang Palakka, Kecamatan Tanete Riattang Barat.
Informasi yang diterima menyebutkan, solar subsidi tersebut diduga dikumpulkan dari kendaraan dump truck usai mengantre di SPBU melalui aktivitas yang dikenal dengan istilah pa’ sedot.
Salah seorang sumber berinisial HD mengungkapkan, solar dari sejumlah dump truck disedot dan dikumpulkan menggunakan jeriken.
“Kalau habis mengantri di SPBU, mobil dump truck ke lokasi tersebut untuk melakukan penyedotan solar. Tidak sedikit solar yang terkumpul dalam jeriken,” katanya.
Setelah terkumpul dalam jumlah besar, solar tersebut disebut dijemput menggunakan dua kendaraan, yakni mobil Grand Max box dan Kijang minibus berwarna hitam.
“Dua mobil menjemput setiap hari. Kijang hitam dan Grand Max box, kemudian solarnya dibawa ke penampungan yang lebih besar lagi,” ungkapnya.
HD menyebut kedua kendaraan tersebut diduga milik seseorang berinisial JU. Bahkan, JU disebut sebagai sosok yang telah lama berkecimpung dalam aktivitas pengambilan solar di salah satu SPBU.
“JU pemain lama dan juga kerap ambil di salah satu SPBU. Banyak yang tahu itu. Kalau tidak salah, barangnya dibawa ke penampungan di daerah Uloe, tapi tidak tahu sekarang melayani siapa,” ucapnya.
Menurut keterangan sumber, solar yang dikumpulkan di Watang Palakka diduga dibawa menuju penampungan lebih besar di wilayah Uloe, Kecamatan Dua Boccoe. Namun, pihak yang menerima maupun tujuan akhir distribusi solar tersebut belum diketahui secara pasti.
Jika informasi tersebut benar, pola pengumpulan solar dari kendaraan dump truck, penjemputan menggunakan dua kendaraan, hingga dugaan pengiriman ke penampungan lain menjadi rangkaian aktivitas yang perlu ditelusuri aparat berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, Jumat (23/10/2026), dugaan keterkaitan pihak berinisial JU dengan aktivitas tersebut masih sebatas keterangan sumber dan belum terverifikasi secara independen.
Klarifikasi dari pihak yang disebutkan serta penelusuran aparat terkait diperlukan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.



