Banyak Proyek Irpom di Gowa Diduga Tak Sesuai RAB, LSM Perak: Modusnya Hampir Sama

GOWA, SULSEL — Dugaan carut-marut proyek Irigasi Perpompaan (IRPOM) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, semakin menguat dan mengkhawatirkan. Tidak hanya satu titik, banyak proyek IRPOM yang tersebar di beberapa kecamatan di Gowa diduga bermasalah dan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Menyikapi hal tersebut, LSM Perak menyatakan sikap tegas. Lembaga swadaya masyarakat yang dikenal vokal mengkritisi proyek pemerintah ini, mengaku sedang merampungkan data hasil Pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket) di lapangan.
“Kami tidak hanya menemukan satu proyek. Banyak proyek IRPOM di Gowa yang diduga bermasalah. Modusnya hampir sama, tanpa papan proyek, pekerja tanpa APD, dan kualitas pekerjaan diduga tidak sesuai RAB,” ungkap Rahman Samad dari LSM Perak.
LSM Perak menegaskan, setelah data Pulbaket rampung, pihaknya akan segera membawa seluruh temuan tersebut ke Aparat Penegak Hukum (APH) untuk ditindaklanjuti secara hukum.
“Kami sedang rampungkan Pulbaket. Dalam waktu dekat, semua temuan ini akan kami bawa ke APH, baik ke Kejaksaan Tinggi maupun ke Polda. Uang negara sebesar Rp 155 juta per titik itu bukan uang kecil, harus dipertanggungjawabkan secara transparan,” tegasnya.
LSM Perak berharap APH segera turun melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh proyek IRPOM di Kabupaten Gowa agar tidak menimbulkan kerugian keuangan negara yang lebih besar.



