Takalar SulSel — Kabar kurang sedap kembali menerpa Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKRMI) Kabupaten Takalar. Ketua BKRMI Takalar diduga tengah menjalani pemeriksaan intensif di Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar.
Pemeriksaan ini ditengarai berkaitan dengan adanya dugaan pemotongan honor atau gaji guru mengaji yang selama ini menjadi hak para pendidik keagamaan di wilayah tersebut.
Kasus ini mencuat setelah sejumlah laporan dan informasi dari teman Media yang di perbincangkan di salah satu warkop di pinggir lapangan Makkatan, mengenai ketidaksesuaian jumlah honor yang diterima oleh para guru mengaji di lapangan. Praktik pemotongan ini dinilai sangat mencederai rasa keadilan, mengingat guru mengaji merupakan ujung tombak pendidikan moral di masyarakat namun justru hak finansialnya diduga disunat oleh oknum tidak bertanggung jawab.
10/04/2926., Salah satu Wartawan buka-bukaan di warkop, bahwa data dan informasi tentang adanya pemotongan honor Guru mengaji, isunya Data dan Informasi itu keluar di Pak Kabag Kesra yang memanggil wartawan keruangan nya untuk membahas dan memberitahukan bahwa adanya pemotongan honor Guru mengaji di Tahun Anggaran 2026.,Ungkap nya .
Salah satu aktivis yang tidak mau di sebut namanya. Sorotan publik tidak hanya tertuju pada kasus hukumnya, tetapi juga pada proses internal organisasi. Ketua BKRMI Takalar yang saat ini menjabat terpilih secara aklamasi, meskipun rekam jejaknya sempat diwarnai kontroversi. Diketahui, figur tersebut pernah tersandung kasus hukum sebelumnya sebagai ke tua di organisasi yang sama bahkan sempat merasakan dinginnya jeruji besi. Hal ini memicu pertanyaan besar dari berbagai pihak mengenai standar etik dan integritas dalam proses pemilihan pimpinan organisasi,” ungkapnya
Lanjut” Munculnya polemik ini membuat banyak pihak mempertanyakan kapasitas Kabag Kesra yang membocor kan data dana informasi di dalam lingkung pemerintahan Kabupaten Takalar. Bagaimana mungkin seorang figur Pejabat bisa berbuat segitu (membocorkan data dan informasi) yang ada di lingkup Wilayah nya (Kesra) sehingga data-data Rahasia bisa bocor dan meminta kepada Bupati Takalar Mohammad Firdaus Dg Manye untuk Evaluasi kinerja Kabag Kesra ada isu Pemotongan honor Guru mengaji,” jelasnya dengan tegas.

