Makassar SulSel — Suasana Kantor Kelurahan Ujung Tanah, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, mendadak memanas setelah puluhan warga berbondong-bondong mendatangi kantor lurah di Jalan Kalimantan, Senin (11/5/2026).
Kedatangan warga bukan tanpa alasan, mereka datang untuk memprotes pembagian. Kupon pasar murah yang dinilai tidak merata, tidak transparan, dan terkesan tebang pilih.

“Pendataan ini tidak adil. Ada warga yang dapat, ada yang tidak, padahal kondisinya sama-sama membutuhkan,” ujar salah seorang warga saat menyampaikan protes di kantor kelurahan.
Sorotan tajam juga diarahkan pada pembagian kupon kepada anggota Linmas. Dari total 11 anggota Linmas di wilayah tersebut, disebutkan 10 orang menerima kupon pasar murah, sementara satu anggota lainnya justru tidak mendapatkan jatah.
Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan adanya anggota Linmas yang menerima kupon meski suaminya diketahui bekerja sebagai pegawai di Dinas Pekerjaan Umum (PU). Kondisi ini memicu kecemburuan sosial di tengah masyarakat yang merasa lebih layak menerima bantuan.
Ketua RW 02 Kelurahan Ujung Tanah, Herdiansya Amir, mengaku tidak dilibatkan dalam proses pendataan penerima kupon. Ia menyayangkan pihak kelurahan tidak berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW yang lebih memahami kondisi sosial ekonomi warganya.
“Seharusnya RT dan RW dilibatkan agar pendataan tepat sasaran. Kami yang lebih tahu kondisi warga di lapangan,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kupon pasar murah tersebut merupakan program bantuan dari Pertamina dengan nilai paket sembako sekitar Rp200 ribu. Namun, warga penerima hanya diminta menebus paket itu dengan harga sekitar Rp30 ribu.
Persoalan ini memicu gelombang kekecewaan di tengah masyarakat. Sejumlah warga bahkan mempertanyakan transparansi pihak kelurahan dalam menentukan penerima manfaat.
Warga mendesak pihak kelurahan segera melakukan evaluasi menyeluruh serta pendataan ulang agar pembagian kupon pasar murah benar-benar adil, transparan, dan tepat sasaran.

