WAJO, SULSEL — Persoalan antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Amessangeng, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, berujung pertikaian menggunakan senjata tajam jenis parang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 21.30 WITA.
Dua pria yang terlibat masing-masing berinisial FA (26), pegawai Pertamina, dan AR (22), pekerja swasta. Keduanya diketahui merupakan warga Kecamatan Tempe.
Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Polres Wajo langsung mendatangi lokasi dan mengamankan kedua pria tersebut untuk mencegah terjadinya aksi lanjutan.
Kanit URC Resmob Polres Wajo, Ipda Anwar Ali, mengatakan polisi menerima laporan terkait pertikaian tersebut dan segera bergerak ke SPBU Amessangeng.
“Tim URC Resmob Polres Wajo mengamankan kedua belah pihak yang terlibat pertikaian satu lawan satu menggunakan parang. Keduanya diamankan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan,” kata Anwar.
Berawal dari Persoalan Antrean BBM
Berdasarkan keterangan awal polisi, kejadian bermula ketika AR mengendarai sepeda motor dari arah Pattirosompe menuju Tampangeng.
AR kemudian masuk ke SPBU Amessangeng untuk mengisi BBM.
Menurut keterangan awal yang diperoleh polisi, AR diduga menerobos antrean hingga menabrak pengendara lain.
FA yang berada di lokasi kemudian menegur AR dan meminta agar mengikuti antrean karena masih banyak kendaraan yang menunggu.
Teguran tersebut diduga membuat AR tidak terima.
AR kemudian meninggalkan SPBU dan pulang ke rumahnya untuk mengambil sebilah parang.
Ia selanjutnya kembali ke SPBU sambil membawa senjata tajam dan mencari FA.
Melihat AR membawa parang, FA juga mengambil sebilah parang yang berada di area kebun SPBU.
Keduanya kemudian terlibat cekcok hingga berhadapan dengan masing-masing membawa senjata tajam.
Pertikaian tersebut akhirnya berhasil dilerai oleh pegawai SPBU lainnya bersama sejumlah pengantre yang berada di lokasi.
Tak Ada Korban Luka
Ipda Anwar Ali memastikan tidak ada korban yang mengalami luka fisik dalam kejadian tersebut.
“Tidak ada korban yang mengalami luka fisik dalam kejadian tersebut,” ujarnya.
Setelah situasi berhasil dikendalikan, kedua pria tersebut dibawa ke Posko Resmob. Polres Wajo untuk menjalani pemeriksaan.
Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kasus tersebut masih ditangani Polres Wajo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dan menentukan langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.



