Sidrap SulSel — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Alauddin Makassar Angkatan 78 resmi memulai pengabdian di Kelurahan Kedidi, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang melalui Seminar Program Kerja yang menjadi titik awal kolaborasi dengan masyarakat.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum strategis untuk memaparkan arah dan substansi pengabdian mahasiswa berbasis kebutuhan riil warga. Seluruh program yang diusung telah melalui proses observasi lapangan, sehingga diharapkan mampu menjawab persoalan konkret di tengah masyarakat.
Koordinator Kelurahan KKN, Faqih Naswan, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa harus membawa dampak yang terukur dan berkelanjutan.
“Mahasiswa KKN hadir sebagai mitra masyarakat. Program yang kami rancang bukan hanya formalitas, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan nyata warga dan memberikan efek jangka panjang,” tegasnya.
Dalam pemaparannya, mahasiswa memperkenalkan empat fokus utama program kerja, yakni:
• Program lingkungan “Kedidi Bersih”
Layanan cek kesehatan gratis
• Program keagamaan “Kedidi Religius” melalui yasinan rutin
• Program pendidikan, meliputi pengajaran Bahasa Inggris, pendidikan karakter sejak dini, serta penguatan jiwa kompetitif anak
Selain itu, terdapat program unggulan Festival Anak Sholeh, yang dirancang sebagai wadah pembinaan karakter islami sekaligus pengembangan bakat generasi muda di Kelurahan Kedidi.
Lurah Kedidi, Rusmin Malik, menyambut positif kehadiran mahasiswa KKN dan mengapresiasi konsep program yang dinilai menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap seluruh program ini dapat berjalan optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujarnya.
Seminar berlangsung dinamis dengan sesi diskusi terbuka yang melibatkan masyarakat setempat. Partisipasi aktif warga menjadi bagian penting dalam menyempurnakan rencana kerja agar lebih tepat sasaran.
Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat semakin kuat.
KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 78 di Kelurahan Kedidi pun, ditargetkan tidak hanya berjalan optimal, tetapi juga mampu menciptakan dampak sosial yang luas dan berkelanjutan.

