BONE, SULSEL — Distribusi BBM subsidi jenis solar dan LPG 3 kilogram di SPBU-N 78.92703 Desa Watu, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menuai sorotan warga.
Keluhan warga mencuat setelah terjadi keributan antara masyarakat Desa Watu dan pihak admin SPBU-N pada Minggu (23/8/2026).
Warga menduga pendistribusian BBM subsidi dan LPG 3 kilogram di SPBU-N tersebut menerapkan sistem yang mengutamakan pelanggan tertentu.
Sejumlah warga bahkan mempertanyakan dugaan adanya pelanggan dari luar wilayah Desa Watu yang disebut lebih mudah mendapatkan BBM subsidi dan LPG 3 kilogram dibandingkan masyarakat setempat.
“Kami masyarakat Watu justru kesulitan mendapatkan BBM subsidi. Kenapa orang dari luar bisa mengambil di wilayah kami?” ungkap salah seorang warga berinisial AT.
Menurut AT, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan solar subsidi. Warga juga mempertanyakan penyaluran LPG 3 kilogram yang disebut diambil menggunakan kendaraan pikap.
Harga LPG dan “Uang Pompa” Dipertanyakan
Selain persoalan distribusi, warga juga menyoroti harga LPG 3 kilogram dan adanya pungutan tambahan saat pembelian solar.
AT menyebut LPG 3 kilogram di SPBU-N tersebut. diduga dijual sekitar Rp19 ribu per tabung.
Sementara itu, warga mempertanyakan adanya tambahan sekitar. Rp5000 ribu rupiah yang disebut sebagai “uang pompa” untuk setiap jeriken solar subsidi.
“Kalau harga LPG Rp19 ribu dan ada tambahan uang pompa Rp5 ribu untuk solar satu jeriken, kami mempertanyakan uang itu masuk ke mana,” kata AT.
Namun, dugaan tersebut masih membutuhkan klarifikasi dan pembuktian dari pihak pengelola SPBU-N serta instansi berwenang.
Warga Minta Polisi Turun Tangan
Warga berharap aparat penegak hukum turun langsung memeriksa mekanisme distribusi BBM subsidi dan LPG 3 kilogram di SPBU-N Desa Watu.
Mereka secara khusus meminta Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ananda Gunawan, S.Tr.K., S.I.K., M.A.P. bersama Kapolres Bone AKBP Astoto Budi Rahmantyo, S.H., S.I.K., M.H. menelusuri dugaan jaringan distribusi tersebut.
Warga berharap aparat dapat memastikan apakah distribusi BBM subsidi dan LPG 3 kilogram telah sesuai ketentuan dan benar-benar menyasar masyarakat yang berhak.
“Kalau memang ada jaringan, kami berharap dibuka dan ditindak. Jangan sampai masyarakat Watu justru kesulitan, sementara orang dari luar datang mengambil di wilayah kami,” ujar AT.
SPBU-N Watu Belum Beri Klarifikasi
Hingga berita ini ditayangkan, pihak SPBU-N 78.92703 Desa Watu, termasuk admin yang disebut bernama Marwa. Belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan sistem langganan, harga LPG 3 kilogram, maupun pungutan “uang pompa” solar yang dikeluhkan warga.
Media masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak SPBU-N maupun instansi terkait.
Seluruh dugaan dalam berita ini merupakan informasi dan keluhan warga yang masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak SPBU-N



