Revitalisasi TK Aisyiyah Gowa Disorot, Material Atap Diduga Tak Sesuai RAB

GOWA, SULSEL — Proyek revitalisasi satuan pendidikan TK Aisyiyah Gentungan, Desa Gentungan, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan.
Proyek yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis.
Dugaan itu mencuat setelah media ini bersama Divisi Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Rakyat (LSM PERAK) melakukan pemantauan langsung di lokasi proyek.
Dalam pantauan tersebut, tim menyoroti penggunaan material Kanal C untuk konstruksi kuda-kuda atap yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen perencanaan.
Material Atap Jadi Sorotan
Material baja ringan yang terpasang juga dipertanyakan kualitas dan kesesuaiannya dengan standar teknis yang dipersyaratkan.
Secara kasatmata, material tersebut dinilai perlu diperiksa lebih lanjut, terutama terkait ketebalan, mutu, dan kesesuaiannya dengan spesifikasi dalam RAB serta petunjuk teknis revitalisasi Kemendikdasmen RI Tahun 2026.
Dugaan ketebalan material yang tidak mencapai 0,75 milimeter menjadi salah satu poin yang disorot. Namun, angka tersebut masih perlu dibuktikan melalui pengukuran teknis dan pemeriksaan dokumen spesifikasi.
Persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Konstruksi rangka atap harus memenuhi persyaratan teknis agar kekuatan dan keselamatan bangunan dapat dipertanggungjawabkan.
Jika material yang digunakan terbukti tidak sesuai spesifikasi kontrak atau dokumen perencanaan, kondisi tersebut patut menjadi perhatian serius pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan dan pengawasan proyek.
Kepala Sekolah: Kami Berdasarkan Gambar
Saat dikonfirmasi di lokasi, Kepala Sekolah TK Aisyiyah Gentungan, Nasriani, memberikan jawaban singkat mengenai pelaksanaan pekerjaan.
“Kami berdasarkan gambar,” ujar Nasriani.
Pernyataan tersebut belum menjawab secara terperinci pertanyaan mengenai kesesuaian material yang terpasang dengan RAB dan spesifikasi teknis.
Karena itu, diperlukan pemeriksaan langsung terhadap gambar perencanaan, dokumen anggaran, spesifikasi material, serta kondisi konstruksi di lapangan untuk memastikan ada atau tidaknya penyimpangan.
LSM PERAK Desak Pemeriksaan Teknis
Divisi Investigasi LSM PERAK, Rahman Samad, menyayangkan dugaan ketidaksesuaian material pada proyek revitalisasi fasilitas pendidikan tersebut.
Menurut Rahman, konstruksi kuda-kuda merupakan bagian penting yang harus diperhatikan dalam pembangunan gedung, sehingga penggunaan material tidak boleh dilakukan sembarangan.
“Ini fatal. Kuda-kuda adalah tulang punggung atap. Kalau Kanal C-nya tipis dan tidak sesuai RAB, bagaimana bisa menjamin keamanan anak-anak didik nantinya? Ini bukan revitalisasi, ini membahayakan keselamatan. Dan ini terjadi di Gowa,” tegas Rahman.
Pernyataan tersebut merupakan penilaian pihak LSM. Kepastian mengenai tingkat keamanan konstruksi tetap harus didasarkan pada hasil pemeriksaan tenaga teknis yang kompeten.
LSM PERAK mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa dan konsultan pengawas segera turun ke lokasi untuk memeriksa material serta pelaksanaan pekerjaan.
Jika ditemukan ketidaksesuaian, mereka meminta agar dilakukan perbaikan sesuai ketentuan kontrak dan spesifikasi teknis yang berlaku.
“Kami akan masukkan temuan TK Aisyiyah Gentungan Gowa ini sebagai laporan baru. Jangan sampai modus asal jadi seperti di Takalar, merembet ke Gowa juga,” pungkas Rahman.
P2SP dan Konsultan Pengawas Belum Beri Penjelasan
Hingga berita ini diturunkan, pihak P2SP dan konsultan pengawas proyek revitalisasi TK Aisyiyah Gentungan belum memberikan keterangan resmi.
Klarifikasi dari pihak pelaksana, P2SP, konsultan pengawas, dan instansi terkait masih diperlukan untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai pelaksanaan proyek tersebut.
Publik kini menunggu pemeriksaan teknis yang transparan. Untuk memastikan apakah material dan konstruksi yang digunakan telah sesuai dengan RAB, gambar perencanaan, serta ketentuan yang berlaku.
Sebab, revitalisasi fasilitas pendidikan bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan fisik. Kualitas material, kesesuaian spesifikasi. Dan keselamatan pengguna bangunan harus menjadi, bagian utama yang dapat dipertanggungjawabkan.



