Makassar SulSel — Gelombang klaim yang belum diverifikasi di media sosial telah menyeret pemilik merek kosmetik “Fenny Frans” dan asistennya, Bang Jali, ke dalam pusaran kontroversi. Bang Jali telah mengeluarkan bantahan resmi, menyoroti bahaya informasi yang salah dan dampak dari penyebaran gosip online.
Klaim yang beredar secara online menggambarkan interaksi antara Fenny Frans dan Bang Jali dengan cara yang, gunakan istilah netral seperti: “provokatif” atau “menimbulkan pertanyaan”. Detail klaim tersebut dengan cepat menyebar melalui berbagai platform media sosial.

Sebagai tanggapan, Bang Jali mengeluarkan pernyataan yang kuat, yang diperoleh oleh Transnusi melalui WhatsApp. “Tabe’ disini saya Bang jali mau klarifikasi tentang pemberitaan yang dimuat di salah satu media online. bahwasanya ini berita tidak benar sama sekali alias Hoax,” tulisnya.
Bang Jali menjelaskan versinya tentang peristiwa tersebut, yang berbeda secara signifikan dari klaim yang beredar.
Ia juga menyuarakan kekecewaannya terhadap media yang menyebarkan informasi tanpa terlebih dahulu mencari konfirmasi darinya.
“Harusnya juga ini yang angkat berita, klarifikasi dulu sama saya, cari tahu kebenarannya betul apa tidak,” tegasnya.
Insiden ini menggarisbawahi kekuatan disinformasi di era digital. Klaim yang tidak berdasar dapat dengan cepat menyebar dan merusak reputasi individu dan bisnis, bahkan sebelum fakta yang sebenarnya terungkap. Kasus ini juga menekankan pentingnya bagi konsumen media untuk mendekati klaim dengan skeptisisme dan mencari sumber informasi yang terpercaya.

