Patepare SulSel — Kericuhan terjadi di salah satu SPBU di Kota pare-pare sulawesi Selatan. Seorang sopir truk bernama Ardi terlibat adu mulut dengan oknum operator SPBU setelah tidak memperoleh bahan bakar jenis solar.
Peristiwa itu diduga dipicu kekecewaan. Ardi yang menganggap pengisian solar tidak berjalan sebagaimana mestinya. Situasi memanas hingga menarik perhatian warga di sekitar lokasi.
Saat ketegangan berlangsung, Ardi merekam kejadian menggunakan telepon genggam sebagai dokumentasi. Tindakan tersebut diduga memicu emosi oknum operator SPBU.
Menurut pengakuan Ardi, operator itu melontarkan kata-kata kasar, dan diduga melakukan. Pemukulan terhadap keponakannya yang berada di lokasi.
“Karena marah dia divideo, jadi sempat dia pukul itu keponakanku. Kena di belakang sini,” kata Ardi.
Sementara itu, operator SPBU. Umi Suardi, membantah adanya unsur kesengajaan, dalam tidak terlayaninya pengisian solar.
Ia menjelaskan, awalnya sebuah truk yang dikemudikan seorang perempuan. Datang untuk mengantre solar dan sempat menanyakan apakah masih mendapat jatah.
“Dia pergi tanya, dibilang ‘Dek, ada jigah saya dapat?’. Saya bilang, ‘Kak, ya insyaallah ada jiga kayaknya. Tapi tidak ku janji dibilang ada jiga kita dapat’,” jelas Umi.
Menurut Umi, saat giliran kendaraan tersebut tiba di dispenser. Stok solar di nosel SPBU telah habis, sehingga pengisian tidak dapat dilakukan.
Kondisi itu memicu kesalahpahaman dan protes dari pihak sopir. Perselisihan kemudian berkembang menjadi keributan yang berujung dugaan aksi kekerasan.
Catatan:
Berdasarkan informasi yang tersedia, terdapat dua versi keterangan dari pihak yang terlibat. Dugaan pemukulan masih merupakan klaim dari pihak Ardi dan memerlukan klarifikasi atau hasil pemeriksaan dari pihak berwenang untuk memastikan fakta hukumnya.

