25 Tahun Jalan Tak Diperbaiki, Anggota DPRD Takalar Desak PUPR Bertindak

TAKALAR, SULSEL — Kondisi jalan yang disebut telah sekitar 25 tahun tak tersentuh perbaikan di wilayah Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, menjadi sorotan anggota DPRD Takalar dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muh. Ibrahim Bakri, S.Pi.
Politisi yang akrab disapa Baim itu mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Takalar segera memprioritaskan perbaikan jalan di Desa Laikang dan Desa Punaga.
Desakan tersebut disampaikan Ibrahim dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Takalar. Ia menilai, pembangunan infrastruktur dasar tidak boleh diabaikan karena menyangkut kebutuhan masyarakat dan kelancaran aktivitas ekonomi warga.
Menurut Ibrahim, masyarakat di pelosok desa berhak mendapatkan akses jalan yang layak. Karena itu, pemerintah daerah diminta tidak hanya berfokus pada program digitalisasi, tetapi juga memastikan pembangunan fisik yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sejumlah Ruas Jalan Mendesak Diperbaiki
Ibrahim secara khusus menyoroti sejumlah ruas jalan yang kondisinya membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Di Kecamatan Laikang, ia mendorong perbaikan jalan yang menghubungkan Boddia hingga Puntondo serta jalur Pandala hingga Ongkoa. Total panjang ruas yang diusulkan untuk diperbaiki di wilayah Laikang diperkirakan mencapai empat kilometer.
Sementara di Desa Punaga, ruas Tamalabba–Salambu juga menjadi perhatian. Panjang jalan yang membutuhkan penanganan di wilayah tersebut diperkirakan mencapai lima kilometer.
Dengan demikian, total panjang ruas jalan yang disoroti di kedua wilayah itu diperkirakan mencapai sembilan kilometer.
Baim meminta Dinas PUPR Takalar memberikan perhatian serius terhadap usulan tersebut. Ia berharap kebutuhan infrastruktur masyarakat tidak sekadar menjadi catatan dalam rapat, tetapi ditindaklanjuti melalui perencanaan dan penganggaran yang jelas.
Infrastruktur Dasar Jangan Kalah dari Digitalisasi
Ibrahim juga menitipkan pesan kepada Bupati Takalar agar arah pembangunan daerah berjalan seimbang antara program digitalisasi dan pembangunan infrastruktur fisik.
Menurutnya, kemajuan daerah tidak cukup diukur dari penerapan teknologi dan sistem digital. Ketersediaan jalan yang layak juga menjadi kebutuhan mendasar untuk mendukung mobilitas warga, distribusi hasil usaha, serta pertumbuhan ekonomi desa.
Ia berharap pemerintah daerah menjadikan perbaikan jalan di Laikang dan Punaga sebagai salah satu prioritas pembangunan, terutama pada ruas-ruas yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Konsisten Perjuangkan Aspirasi Warga
Perhatian Ibrahim terhadap wilayah tersebut disebut bukan hal baru. Sebelum menjadi anggota DPRD Takalar, ia dikenal sebagai mantan aktivis yang memperjuangkan aspirasi masyarakat Kecamatan Mangarabombang, termasuk wilayah yang kini masuk Kecamatan Laikang.
Saat ditemui di ruang kerja Komisi I DPRD Takalar, Baim menegaskan bahwa jabatan sebagai wakil rakyat merupakan amanah yang harus digunakan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Nasib membawa saya menduduki kursi DPRD Kabupaten Takalar melalui Partai PKS. Ini merupakan murni amanah rakyat yang telah memilih saya. Saya akan berjuang sekuat tenaga untuk masyarakat yang masuk dalam zona daerah pemilihan saya, yang salah satu prioritas utamanya adalah mendorong terwujudnya perbaikan jalan di Kecamatan Laikang ini,” tegasnya.
Kini, masyarakat menanti tindak lanjut pemerintah daerah terhadap usulan tersebut. Desakan telah disampaikan di forum Banggar DPRD. Langkah berikutnya adalah memastikan ruas-ruas jalan yang diusulkan masuk dalam perencanaan, memperoleh alokasi anggaran, dan benar-benar direalisasikan sesuai kemampuan keuangan daerah.



